Vaksin Moderna dan AstraZeneca Telah Tiba, Menko PMK: Stok di Indonesia Aman

- 2 Agustus 2021, 12:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. /Dok. menkopmk.go.id/

PR BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan secara keseluruhan jumlah stok vaksin Covid-19 di Indonesia aman.

Ia mengatakan sebanyak 3,5 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat tiba di Indonesia dan 620.000 vaksin AstraZeneca yang merupakan sumbangan dari Pemerintah Inggris juga akan tiba di Tanah Air.

Secara total, Muahdjir menyebut Indonesia sudah memiliki 178 juta dosis vaksin Covid-19.

"Kedatangan 3,5 juta dosis vaksin jadi produksi Moderna (dan) 620.000 dosis vaksin jadi produksi AstraZeneca memastikan bahwa stok vaksin sudah aman. Secara keseluruhan menjadi sekitar 178 juta dosis," ujar Muhadjir dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, pada Minggu 1 Agustus 2021.

Baca Juga: Kasus Harian Turun, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Sukses Tekan Penularan di Masa PPKM Darurat dan Level 4

Selain itu, Muhadjir juga mengatakan Indonesia telah mengamankan 440 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan datang secara bertahap.

Hal itu, kata Muhadjir, dilakukan pemerintah sebagai upaya memastikan ketersedian vaksin untuk masyarakat.

"Kehadiran vaksin tahap ke-32 (Moderna) dan 33 (AstraZeneca) ini adalah merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia," ucap dia.

"Hal ini penting karena semakin banyak penduduk Indonesia yang memiliki kekebalan, semakin baik melawan Covid-19," papar Muhadjir.

Baca Juga: Link Baca dan Spoiler Manga Tokyo Revengers Chapter 217: Siapa Dalang Penyebab Kematian Kawaragi Senju?

Namun, di samping program vaksinasi yang terus berjalan, ia juga meminta agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada semua pihak untuk terus mematuhi kebijakan PPKM karena kebijakan tersebut adalah upaya untuk melindungi kita semua dan menekan laju penularan dan penyebaran Covid-19," tegas Muhadjir.

Diketahui sebelumnya, WHO menyerukan untuk setiap negara di dunia memberi suntikan vaksin Covid-19 setidaknya 10 persen dari populasi pada bulan September.

Baca Juga: 10 Link Twibbon HUT RI ke-76: Download Sekarang dan Meriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2021

Yang mana ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan pandemi dan memulai kembali ekonomi global.

“Ketidaksetaraan yang luas dalam akses ke vaksin memicu pandemi dua jalur. Sementara beberapa negara telah mencapai tingkat cakupan yang tinggi, banyak negara lain tidak memiliki cukup untuk memvaksinasi petugas kesehatan, orang tua & kelompok berisiko lainnya,” ungkap Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Dhebreyesus dalam pidato virtual ke India Global Forum.

Artinya, ketika beberapa negara tidak dapat memberikan suntikan vaksin Covid-19, maka itu merupakan ancaman bagi semua negara.***

Editor: Muhamad Gilang Priyatna

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah