Peringatan BMKG Ada Pergerakan Lempeng Tektonik Indo-Australia di Selatan Jawa, Berpotensi Tsunami

27 September 2020, 12:21 WIB
Ilustrasi tsunami. * /NBC News/

PR BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini mengenai adanya pergerakan lempeng tektonik aktif di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia.

Pergerakan lempeng tektonik tersebut mengarah pada potensi gempa yang dapat menimbulkan tsunami di Selatan Pulau Jawa.

"Ada pergerakan lempeng tektonik di Indo-Australia dengan Eurasia dan Lempeng Sunda di sebelah utaranya, sehingga lokasinya ada di selatan Jawa di laut lepas," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, sebagaimana dilansir Pikiranrakyat-bogor.com dari ANTARA pada Minggu, 27 September 2020.

Baca Juga: Link live Streaming MotoGP Catalunya Barcelona 2020 Trans7, Franco Morbidelli Tempati Pole Position

Sebelumnya, Para ahli kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) mengkaji tentang adanya potensi gempa kuat atau tsunami di zona megathrust di selatan Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengapresiasi hasil kajian tersebut.

Selain itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mendorong agar semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

"BMKG dalam hal ini mengapresiasi hal tersebut. Skenario model yang dihasilkan merupakan gambaran terburuk (Worst Case), dan ini dapat dijadikan acuan kita dalam upaya mitigasi guna mengurangi resiko bencana gempa dan tsunami," ujarnya.

Baca Juga: Adanya Satgas TMMD Reguler Brebes di Kalinusu, Bocah Berpangkat Kapten Datang

"Adanya potensi gempa kuat di zona megathrust di selatan Pulau Jawa hasil kajian para ahli kebumian ITB yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Nature baru-baru ini diharapkan dapat mendorong kita semua untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Daryono menyebutkan tsunami yang pernah melanda wilayah selatan jawa tersebut, BMKG memiliki data mengenai bencana yang telah terjadi di dalam arsipnya.

"Tsunami pernah terjadi diantaranya, tahun 1840, 1859, 1921, 1944, dan 2006," ucapnya.

Baca Juga: Jadwal Live Streaming Serie A Italia Dini Hari Nanti: Ada Laga Inter Milan vs Fiorentina

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto mengatakan, gempa dan tsunami raksasa akan terus berulang di jalur-jalur tunjaman lempeng.

"Jalur Jalur ini akan tetap menghasilkan gempa dan tsunami raksasa di masa mendatang. Tiap-tiap jalur memiliki waktu pengulangan ratusan hingga ribuan tahun," Ujar Eko Yulianto.***

Editor: Amir Faisol

Tags

Terkini

Terpopuler