Polres Sukabumi Jelaskan Kronologi Anak Tega Habisi Nyawa Ibu Sendiri dengan Garpu Tanah

- 16 Mei 2024, 16:00 WIB
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung di Kalibunder Sukabumi usai dilakukan autopsi, Selasa 14 Mei 2024.
Jenazah ibu yang dibunuh anak kandung di Kalibunder Sukabumi usai dilakukan autopsi, Selasa 14 Mei 2024. /Foto: Manaf Muhammad/Media Pakuan

PEMBRITA BOGOR - Seorang pemuda berusia 26 tahun berinisial R dari Kampung Cilandak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengejutkan warga setempat dengan perbuatan tragisnya.

R tega membunuh ibu kandungnya, Inas (44), dengan cara yang keji menggunakan garpu tanah. Menurut hasil otopsi yang dilakukan oleh Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Inas mengalami 10 luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya, termasuk kepala, dada, lengan, leher, wajah, dan bahu.

"Berkas hasil otopsi ini sudah kami serahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Sukabumi untuk kepentingan penyidikan pihak kepolisian," kata dr. Nurul Aida Fathia, salah satu dokter forensik RSUD R Syamsudin SH.

Kronologi Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Sukabumi

Sosok pelaku berinisial R (25) pembunuh ibu kandungnya sendiri saat diamankan di Polres Sukabumi.
Sosok pelaku berinisial R (25) pembunuh ibu kandungnya sendiri saat diamankan di Polres Sukabumi. Foto: dok. Polres Sukabumi

Polres Sukabumi, dalam keterangan persnya pada Rabu, 15 Mei 2024, menyatakan bahwa korban ditemukan terbunuh saat sedang tidur.

"Hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap tersangka menunjukkan bahwa korban dibunuh saat terlelap tidur. Diduga, Inas tidak sempat melawan ketika R memukul dan menusukkan garpu tanah ke beberapa bagian tubuhnya," ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri.

Setelah aksi keji tersebut, R sempat tidur di kamar yang bersebelahan dengan jasad ibunya yang telah terbunuh. Ali Jupri mengungkapkan bahwa R bahkan tidur dengan kondisi pakaian yang masih berlumuran darah.

Esok harinya, R mendatangi rumah pamannya dan meminta agar dirinya dibunuh sebagai bentuk penyesalan atas perbuatannya. "Pak tolong bunuh saya, ini ada uangnya, saya telah membunuh Ibu saya," ujar AKP Ali Jupri sambil menirukan permintaan R kepada pamannya.

Polisi telah menetapkan R sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, yang merujuk pada Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Halaman:

Editor: Muhammad Rizky Suryana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah