Hari Ini Status Kabupaten Bogor Masih Teka-teki, PSBB atau New Normal Keputusan di Ridwan Kamil

4 Juni 2020, 09:57 WIB
BUPATI Bogor H Ade Yasin.* /ANTARA/

 

PR BOGOR - Bupati Bogor, Ade Yasin menyampaikan keputusan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan tatanan kehidupan baru atau new normal masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pasalnya, tepat hari ini, Kamis 4 Juni 2020, PSBB di kawasan Jawa Barat sudah memasuki hari terakhir. Di lain sisi, belum ada keputusan resmi baik dari provinsi atau Kabupaten Bogor.

Ade Yasin juga belum mengetahui pasti, apakah akan memperpanjang PSBB atau langsung menerapkan new normal dengan konseskuensi beberapa sektor yang sempat ditutup kembali dibuka secara bertahap.

Baca Juga: Mantap Pilih Partai Demokrat, Mantan Kapten Persib Atep: Saya Kaum Milenial

Hanya saja, kala pun new normal dipilih untuk diterapkan di Kabupaten Bogor maka protokol kesehatan COVID-19 tidak boleh ditinggalkan.

"Walaupun tidak ada kata PSBB (di era new normal), tapi tetap implementasinya PSBB. Cuma barangkali protokol kesehatan harus ketat," kata Ade Yasin kepada Pikiranrakyat-bogor.com, Rabu 3 Juni 2020.

Di samping itu, Ade Yasin menyebut saat ini pihaknya tengah berencana akan membuka kembali aktivitas perekonomian di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Kasus Rasisme George Floyd, Video Lama Meghan Markle Kembali Viral

Saat ini pusat-pusat perbelanjaan ditutup lantaran adanya aturan PSBB, namun ketika sudah masuk ke era new normal semua dibuka secara bertahap.

"Ini harus dipersiapkan secara ketat," ujarnya.

Ade Yasin menyampaikan kalau pun masuk ke era new normal tidak semua jasa perekonomian akan dibuka.

Baca Juga: UPDATE COVID-19 Indonesia 3 Juni: Bertambah 684 orang, Total Positif Capai 28.233

Pihaknya akan bertahap membolehkan sektor-sektor yang sempat terhenti beroperasi kembali buka dimulai dari sektor keagamaan.

Masjid sudah pasti akan dibuka, namun akan di monitor langsung oleh gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor.

Gugus akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan masjid.

Baca Juga: Jamaah Haji 2020 Batal Berangkat, Jokowi Panggil Tokoh Lintas Agama

Namun demikian sampai saat ini belum ada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang mengajukan untuk membuka kembali masjid mereka.

"Kita ada beberapa fase. Seperti sekarang kita lebih ke rumah rumah ibadah dulu. Setelah itu mungkin usaha lain, restoran, mall tapi harus ada protokol yang baik. Jadi ada bberapa tahapan," tuturnya.

"Seperti sekarang di masa PSBB ini, tidak boleh buka yang di luar cileungsi. Pelan-pelan mereka harus terbiasa dengan kebiasaan ini. Harus bergilir," tutur Ade.***

Editor: Amir Faisol

Tags

Terkini

Terpopuler