Lebih dari 500 Juta, Satpol PP DKI: Denda Pelanggaran PSBB Jakarta Bukan Kejaran Pendapatan Daerah

- 31 Mei 2020, 14:01 WIB
PETUGAS memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di perbatasan wilayah, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan SIKM Jakarta untuk mencegah potensi gelombang kedua COVID-19 di ibu kota. * /Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT BOGOR - Dalam rangka menekan penyebaran wabah virus corona agar tidak semakin meluas, sejumlah wilayah sejak beberapa waktu lalu sudah menerapkan beberapa kebijakan, salah satunya yakni Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB).

DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang telah menerapkan PSBB tersebut. Denda pelanggaran protokol kesehatan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta hingga saat ini mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Akan tetapi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyatakan bahwa denda tersebut bukanlah bukan kejaran pendapatan daerah.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Indonesia Masih Tinggi, Pemerintah Diminta Tak Gegabah Buka Kembali KBM di Sekolah

Pelanggaran yang ditemukan di lapangan seperti tidak menggunakan masker, perusahaan yang tetap beroperasi padahal bukan 11 sektor yang diizinkan serta mengadakan acara yang mengumpulkan orang dan sebagainya.

Perincianya yakni, penyegelan kepada 453 tempat usaha atau perkantoran, teguran tertulis kepada 9.323 orang, denda kepada 1.138 orang hingga kerja sosial kepada 14.783 orang.

"Paling banyak yang kena seperti tempat usaha seperti non-kuliner. Jadi sanksinya bukan sekadar denda, tapi juga tempat usaha kami segel sementara, kemudian dikenakan denda," tutur Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, Sabtu, 30 Mei 2020, seperti dilansir Antara.

Baca Juga: PT KCI Keluarkan Sejumlah Aturan Baru Bagi Pengguna KRL Terkait Pemberlakuan Kebijakan New Normal

Arifin mengungkapkan, penindakan yang dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui kanal Citizen Relation Management (CRM) DKI Jakarta.

Halaman:

Editor: Miftah Hadi Sopyan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X