Kemenpan RB: Ada Wacana Tenaga Honorer Bakal Diangkat Jadi PNS Tahun 2021, Ujar Tjahjo Kumolo

- 7 September 2020, 15:09 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.*
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.* /HUMAS MENPAN RB

PR BOGOR - Kementerian Pendayagunaan Apartur Sipil Negara (Kemenpan RB) memiliki wacana yang bisa menjadi kabar bahagia bagi sejumlah tenaga honorer lantaran mereka akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Para tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PNS itu berasal dari golongan perawat, dokter, bidan, tenaga penyuluh dan tenaga pendidik atau guru. Wacana ini akan dilakukan pada tahun 2021

Tahun ini pun CPNS ditiadakan karena awalnya akan fokus terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak. Namun, harus tertunda karena pandemi Covid-19 yang melanda.

Baca Juga: 'Anda akan Membayarnya', Isi Email Isabella Guzman untuk Sang Ibu Jelang Aksi Pembunuhan Brutalnya

Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo menambahkan, kebutuhan beberapa formasi seperti bidan, perawat, dokter dan penyuluh tersedia sekitar 200 ribu. Sementara guru sekitar 1 juta.

Bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun dan sesuai dengan kualifikasi bisa mengikuti seleksi pada tahun 2021.

Baca Juga: 6 Fakta Isabella Guzman, Tikam Ibunya 151 Kali di Kamar Mandi, Bebas Hukuman dan Kelabui Petugas

Namun Tjahjo Kumolo menyebutkan, rekrutmen CPNS 2021 nantinya akan bersifat terbatas dan sesuai kebutuhan formasi saja.

Berangkat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, berikut adalah syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti seleksi ini seperti yang dilansir dari laman setkab.go.id.

Baca Juga: Usai Reza Artamevia, Polisi Kantongi Nama Artis Lain yang Juga Konsumsi Narkoba Ujar Yusri Yunus

Dalam PP tersebut dijelaskan, Warga Negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF) dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut

1. Usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 1 (satu) tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Misal, bagi tenaga guru yang batas usia pensiunnya 60 tahun, berarti bisa dilamar oleh warga negara Indonesia yang berusia 59 tahun, selama belum memasuki usia 60 tahun pada tahun tersebut. Demikian pula dengan jabatan lain.

2. Tidak pernah dipidana penjara dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan penjara 2 (dua) tahun atau lebih.

Baca Juga: Empati dan Ungkapan Belasungkawa dari ARMY untuk Melisa, Diiringi Quotes dan Foto Senja Ala Suga BTS

3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, atau diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai swasta.

4. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.

5. Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan.

6. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Diminta Amien Rais Bersih-bersih Istana, Bila Ingin Dikenang Rakyat Sisa 4 Tahun Ini

7. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar, dan

8. Persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Disebutkan juga syarat lainnya mereka harus memiliki kualifikasi minimal S-1 untuk tenaga pendidik atau guru dan minimal D-3 untuk tenaga kesehatan perawat atau bidan.

Selain itu para tenaga honorer yang bisa mengikuti seleksi CPNS tahun 2021 juga harus berusia maksimal 35 tahun.***

Editor: Amir Faisol

Sumber: setkab


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah