Hindari Gelombang Kedua COVID-19 Saat New Normal, Perketat Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

- 3 Juni 2020, 14:59 WIB
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni didampingi Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Dandim 0607 kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo sosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan menggunakan sepeda motor mereka berkeliling ke tempat-tempat keramaian termasuk pasar.

PR BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta Kementerian Peradangan (Kemendag) menerapkan prosedur kesehatan di pasar tradisional dengan ketat.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan hal ini agar tak terjadi gelombang kedua penularan COVID-19 di Indonesia.

Demikian disampaikan Ade Rosiade sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-bogor.com dari Pikrian-Rakyat.com,Rabu 3 Juni 2020.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja di Tengah Pandemi COVID-19, Pakar: Tak Lagi Ditolak

"Sebagai mitra kerja Kemendag, saya ingin mengingatkan agar Kemendag menerapkan prosedur kesehatan secara ketat di pasar tradisional," kata Ade Rosiade.

"New normal sebentar lagi kita hadapi dan jalankan. Saya ingin Kemendag memastikan agar gelombang kedua penularan COVID-19 tidak terjadi," kata Andre.

Andre menegaskan, penerapan prosedur kesehatan secara ketat harus dilakukan agar tidak muncul cluster baru penularan COVID-19 akibat pembukaan pasar tradisional.

Baca Juga: Ditinggal Istri Merantau ke Negeri Orang, Pria di Blitar Hamili Gadis 17 Tahun

"Saya mencontohkan adanya penambahan kasus penularan baru COVID-19 yang cukup signifikan dari cluster Pasar Raya Padang, Sumatera Barat berdasarkan pantauan tim di lapangan," katanya.

Halaman:

Editor: Amir Faisol


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X