WNI dari Wuhan Disemprot Disinfektan, Pemerintah Sebut Sesuai SOP

- 6 April 2020, 08:14 WIB
PETUGAS medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, untuk bertolak ke Pulau Natuna.*
PETUGAS medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, untuk bertolak ke Pulau Natuna.* /KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT BOGOR - Kota Wuhan dalam beberapa bulan kebelakang menjadi perbincangan hangat di kancang Internasional karena di duga menjadi epicentrum penyebaran virus corona.

Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia terkait hal tersebut adalah berusaha untuk memulangkan kembali seluruh WNI yang ada di kota Wuhan ke tanah air.

Pemerintah pernah menyemprotkan langsung cairan disinfektan ke tubuh para WNI yang baru mendarat dari Wuhan, Tiongkok.

Baca Juga: Penerapan Physical Distancing, Siapkah Ruang Gerak Masyarakat Dibatasi

Berdasarkan bukti foto-foto jurnalis yang sudah dirilis, para WNI ini disemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh bahkan hingga terkena bagian wajah, Februari 2020 lalu.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengklaim bahwa penyemprotan tersebut sudah sesuai dengan SOP, namun hal ini justru mengundang kritik dari media asing dan negara lain.

Wiku Adisasmito selaku Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 mengatakan memang penyemprotan tersebut ampuh membasmi virus corona.

Baca Juga: Sembuh dari Virus Corona, Walikota Bogor Kembali Tampil ke Publik

Namun perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak menyeprotkan secara langsung cairan disinfektan ke bagian tubuh.

"Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia," jelas dia dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu, 5 April 2020.

Wiku menambahkan masyarakat sebaiknya menghindari penggunaan bilik disinfektan sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI yang tidak menganjurkan alat itu.

Sumber artikel dari Pikiran-Rakyat.Com dengan judul "Pernah Semprotkan Disinfektan ke Tubuh WNI dari Wuhan, Kini Pemerintah Melarang"

Sesuai surat edaran Kemenkes RI bahwa penggunaan disinfektan merupakan bagian dari upaya pencegahan kedua setelah upaya pencegahan pertama yakni mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Penggunaan disinfektan lebih baik diperuntukkan sebagai bahan campuran untuk mencuci baju usai berpergian dari luar rumah sehingga baju tersebut dapat terhindar dari virus, termasuk COVID-19.

Wiku menyarankan agar Pemerintah daerah termasuk masyarakatnya untuk memperbanyak wastafel portabel.

Baca Juga: Begini Protokol Perawatan Jenazah yang Meninggal Akibat COVID-19

Harapannya agar masyarakat yang terpaksa harus bepergian bisa lebih sering mencuci tangan sebagai langkah awal pencegahan COVID-19.

"Kita ada baiknya dengan swadaya masyarakat untuk membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di area publik yang dapat diakses di tempat umum, di tempat transportasi umum, supermarket, tempat belanja, dan sebagainya," kata Wiku, seperti Pikiran-Rakyat.com kutip dari Antara.

Perlu adanya sinergi dan kedisiplinan antara masyarakat, pemerintah daerah setempat dan pemerintah pusat dalam menerapkan anjuran tersebut guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Timbul Nyeri Otot, Waspadai Gejala Virus Corona Semakin Parah

"Jika kita menerapkan disiplin perilaku ini, baik nasional, provinsi, kota, desa, RW/RT sampai tingkat keluarga kami sangat percaya bahwa kita bisa secepatnya menekan kasus ini," pungkas Wiku.***

Editor: Miftah Hadi Sopyan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x