Mobilitas Tinggi di Tengah Aturan Ganjil Genap Akhir Pekan, Bima Arya Masih Punya Rencana Lain

- 2 Mei 2021, 11:17 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku telah menyiapkan rencana lain untuk menekan mobilitas warga selain terapkan ganjil genap.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku telah menyiapkan rencana lain untuk menekan mobilitas warga selain terapkan ganjil genap. /Dok. Pemkot Bogor./

PR BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan bahwa tujuan awal pemberlakuan ganjil genap adalah untuk menekan mobilitas warga.

Bima Arya menerapkan sistem ganjil genap di Bogor khusus di hari Sabtu dan Minggu.

Ini adalah upaya lain dari Bima Arya untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bogor. Mobilitas dianggap bisa menjadi kunci utama pencegahan penularan.

Baca Juga: Penggalan Naskah Preman Pensiun 5 Tidak Lolos Sensor, Sutradara Kecewa Bandingkan dengan Tayangan Percintaan

Namun demikian, masih banyak kendaraan, khususnya motor yang terjaring dalam pemberlakukan ganjil genap Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut ribuan kendaraan terjaring lantaran mobilitas warga masih banyak menjelang berbuka puasa.

“Ganjil-genap Sabtu Minggu selama dua jam ini target utamanya adalah menyampaikan pesan kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas. Karena mobilitas tinggilah yang menyebabkan persentase kenaikan kasus Covid-19. Terjadi kerumunan di mall, dan di tempat-tempat lain yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Bima Arya, Minggu 2 Mei 2021.

Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442, Quotes Idul Fitri, Kata-kata Mutiara Idul Fitri untuk Kerabat

Menurut Bima, macet yang terjadi di beberapa titik merupakan hal yang wajar.
Artinya masih banyak warga yang tetap melakukan mobilitas. Jadi pesan dia kepada seluruh warga kalau tidak mau terjebak macet, kurangi mobilitas.

Artikel ini tayang sebelumnya di PR Bogor dengan judul Bima Arya Heran, Berlaku Ganjil Genap Mobilitas Warga Bogor Masih Tinggi

“Ini adalah prakondisi, menyampaikan peringatan kepada warga agar ke depan tetap dikurangi mobilitas. Terutama nanti libur hari raya. Weekend minggu depan dan minggu depannya lagi tetap kita akan perketat,” kata Bima.

Baca Juga: Atalia Praratya Masih Isolasi Mandiri, Ridwan Kamil Semangati dengan Gombalan: Kucing Apa yang Bikin Baper?

Ke depan, kata Bima, juga akan dilakukan pengetatan terkait larangan Mudik 6-17 Mei 2021. Fasenya, 6-17 Mei itu, kata dia, pengetatan karena dilarang total untuk mudik.

“Jadi ada penyekatan-penyekatan di titik-titik batas kota. Sekarang prakondisi menuju kesana, hanya di pusat kota (ganjil genap). Tapi ini prakondisi menyampaikan pesan peringatan awal kepada semuanya,” kata dia.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, kondisi hari ini menunjukan bahwa masih tingginya aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa sehingga menimbulkan kerumunan pada kawasan perbelanjaan dan kuliner yang terhubung melalui SSA.

Baca Juga: Klasemen Sementara Liga Italia 2020-2021: Inter Milan Selangkah Lagi Pastikan Gelar Juara Serie A

“Jadi sebenarnya kalau warga Kota Bogor memilih mobilitas di wilayah masing-masing, di kecamatan masing-masing, tidak akan sepadat ini. Nikmati yang ada di wilayahnya masing-masing, baik itu perbelanjaan maupun kuliner,” kata Susatyo.

Ke depan, selain ganjil genap, petugas gabungan dari TNI/Polri, Dishub, Satpol PP juga akan melakukan penyekatan pemudik atau pendatang mulai 6-17 Mei 2021.

“Tanggal 6 Mei akan kita mulai sekat untuk batas kota selama 24 jam. Tapi untuk Sabtu Minggu pekan ini hanya 2 jam terkait dengan tingginya mobilitas di angka menjelang buka puasa,” ucap dia.*** (Chris Dale/Isu Bogor)

Editor: Fitri Nursaniyah

Sumber: isu bogor


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x