Diberi Izin Raja Salman Umroh Bersama Pakistan, Jamaah Indonesia Ungkap Keharuannya: Alhamdulillah

3 November 2020, 15:34 WIB
Jamaah haji tiba di Masjidi al-Haram di Mekah untuk melakukan Tawaf Alqudum (Tawaf kedatangan) untuk memulai ritual haji, Rabu 29 Juli 2020.*/Dok Saudi Press Agency /

PR BOGOR - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberi izin kepada Indonesia dan Pakistan untuk kembali mengirimkan Jemaah umroh meski dengan jumlah terbatas dan protokol kesehatan ketat.

Hal tersebut tentunya menjadi kebahagiaan sekaligus keharuan bagi jemaah umroh dari Indonesia.

Seperti yang juga diungkapkan oleh Yandi Kondakh, yang mengaku telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menemaninya selama menjalani ibadah umroh di tengah pandemic Covid-19.

Baca Juga: Akibat Sebut IDI Kacung WHO, Jerinx SID Akhirnya Dijatuhkan Hukuman Tiga Tahun Penjara

“Persiapan yang pasti niat yah, kemudian semula saya bawa 10 pasang baju tapi saya kurangi, karena saya bawa bekal dari Indonesia, makanan instan, roti yang expirednya lama, dan juga sambal terasi tak boleh tertinggal karena kan saat karantina disana (Arab Saudi) kita tidak boleh keluar kamar,” kata Yandi, sebagaimana dikutip dari RRI, Selasa, 3 November 2020.

Yandi mengungkapkan, ibadah umrohnya sempat terpending karena hasil tes PCR nya tak keluar di saat hari keberangkatan pada 1 November 2020 lalu, namun dirinya mengaku lega karena jadwal keberangkatannya akhirnya diganti menjadi hari ini, Selasa, 3 November 2020.

“Saya termasuk yang keluar hasil PCR-nya telat, nah ada juga beberapa yang hasil PCR-nya sudah keluar tapi visanya belum terbit, kemudian ada juga yang sudah ada tiket, tapi hasil PCR dan visanya belum keluar, macam–macamlah. Rasanya menunggu dengan perasaan deg-degan, terlebih dengan kondisi seperti ini, kekhawatiran pasti ada tapi dengan Bismillah dan membesarkan hati, karena teman–teman yang sudah duluan disana kan share foto dan video bagaimana protokol kesehatan disana,” tuturnya.

Baca Juga: Neno Warisman Akui Gunakan Produk Prancis, Kini Usai Pernyataan Emmanuel Macron: Saya sangat Kecewa

Pada kesempatan lain, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Riski Sembada juga mengungkapkan perasaan syukur dan bahagia mendapatkan amanah yang luar biasa.

“Tentu saja umroh di masa pandemi ini berbeda di masa umroh biasanya. Alhamdulillah protokol kesehatan yang dilakukan pemerintah Indonesia yang mewajibkan PCR harus kami lalui, kemudian saat kami sampai di tanah suci, protokol kesehatan di sini juga Masya Allah begitu ketatnya, banyak sekali petugas kesehatan dan petugas lainnya di bandara King Abdul Azis, dan kedatangan kami disambut oleh Komjen RI dan bahkan juga tim dari pemerintah Aarab Saudi yang dengan antusias dan penuh kebahagiaan menyambut kami. Dari bandara kami sudah dipersiapkan kendaraan yang tadinya biasa untuk kapasitas 46 orang, namun menjadi 20 orang tentunya dengan protokol kesehatan, dimana kami diberikan hand sanitizer, kemudian juga masker,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Republik Indonesia, Noer Alya mengatakan Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ceritakan Kronologinya, Melaney Ricardo Mulanya Mengira Kelelahan karena Kerjaan, Tahunya Covid-19

“KMA ini disusun dalam rangka untk memberikan perlindungan kepada Jemaah umroh agar pada saat mereka melaksanaan ibadah umroh ini tidak kemudian terpapar covid dan kembali ke Indonesia justru menimbulkan klaster baru,” kata Noer Alya.***

Editor: Amir Faisol

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler