Respons Kecelakaan Bus Maut Ciater, Kemenhub: Bus Wajib Uji KIR Sebelum Jalan

- 12 Mei 2024, 20:30 WIB
Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan bus pariwisata di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, 11 Mei 2024.
Petugas kepolisian mengevakuasi korban kecelakaan bus pariwisata di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, 11 Mei 2024. /Foto: Antara/Raisan Al Farisi

PEMBRITA BOGOR - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hendro Sugiatno, mengajak masyarakat untuk aktif dalam mengkritik dan menolak kendaraan yang tidak memiliki izin kelaikan jalan.

Langkah ini diambil menyusul insiden tragis kecelakaan bus pariwisata di turunan Ciater Subang yang menelan korban jiwa.

Hendro menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memastikan kendaraan yang digunakan memiliki izin operasional dan telah lulus uji KIR.

Sebagaimana disampaikannya kepada Antara, "Masyarakat harus tetap menolak, misalnya saya nggak bisa pake bus ini (karena tidak ada izin angkutan dan kelayakan kendaraan), karena bus ini tidak ada uji KIR-nya gitu, ya tolak aja, minta ganti yang baru karena kan disewa."

Hendro juga mengimbau agar masyarakat melakukan pengecekan izin operasional dan uji KIR bus pariwisata sebelum menggunakan layanan tersebut.

Salah satu cara yang disarankan adalah melalui aplikasi MitraDarat dengan memasukkan nomor polisi kendaraan.

Jika kendaraan tidak memenuhi syarat, Hendro menyarankan untuk mengembalikannya kepada pemiliknya.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat kita kalau menggunakan bus pariwisata cek betul tentang uji KIR-nya, ada nggak? Perizinannya bagaimana? Itu kalau nggak ada kembalikan lagi pada pemilik busnya bahwasanya bus tersebut tidak layak untuk jalan," katanya.

Dalam penekanannya, Hendro menyoroti bahwa kendaraan yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan lebih selama perjalanan. 

Halaman:

Editor: Muhammad Rizky Suryana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah