Kasus COVID-19 di Indonesia Masih Tinggi, Netty: New Normal Terkesan Kebijakan yang Terburu-Buru

- 28 Mei 2020, 14:06 WIB
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani.*

PIKIRAN RAKYAT BOGOR - Pemerintah baik pusat maupun daerah kini tengah gencar mempersiapkan sejumlah aturan terkait penerapan kebijakan New Normal Baru selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Kebijakan tersebut tentunya tak terlepas dari pro dan kontra dari berbagai kalangan, salah satunya yang diutarakan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani.

Netty menilai kebijakan kenormalan baru di saat masih tingginya kasus COVID-19 adalah kebijakan yang terburu-buru. Sehingga, kebijakan tersebut harus ditolak karena sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga: Sejumlah Daerah Siap Menerapkan Tatanan New Normal, Bima Arya: Kota Bogor Terapkan 4 Juni Mendatang

Sejauh ini, kasus virus corona di Indonesia per 26 Mei 2020 saja ada 415 kasus baru dengan total 23.165 pasien positif di seluruh Indonesia.

"Kebijakan new normal sebagaimana yang disampaikan WHO jangan ditangkap secara separuh-separuh oleh Pemerintah, karena WHO juga memberikan penekanan bahwa new normal itu hanya berlaku bagi negara yang sudah berhasil melawan COVID-19, seperti Tiongkok, Vietnam, Jerman, Taiwan, dan negara lainnya.

Sementara kita masih jauh dari kata berhasil, kenapa justru mau segera menerapkan new normal ?" tutur Netty.

Baca Juga: Mudik Dilarang, ini Beberapa Aksi Pemudik Bandel yang Coba Kelabui Pemeriksaan Petugas Kepolisian

Bahkan, Netty menegaskan bahwa penanganan COVID-19 yang selama ini dilakukan pemerintah sangat berantakan, baik dari segi pencegahan maupun pengendalian.

Halaman:

Editor: Miftah Hadi Sopyan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X