Selasa, 25 Februari 2020

API Nilai Skill Perguruan Tinggi Belum Sesuai Kebutuhan Industri

- 26 November 2019, 17:09 WIB
Ketua Asosiasi Profesor Indonesia Sofian Effendi memberikan paparan pada kongres Dan seminar bertajuk Strategi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di IICC Bogor, Selasa (26/11/2019). API menilai pengembangan kemampuan di perguruan tinggi tidak sebanding dengan Kualitas yang dibutuhkan industri dan pemerjntahan.*

BOGOR, (PR)-  Perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat menjadi mesin utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang diperlukan oleh pemerintah maupun industri. 

Asosiasi Profesor Indonesia (API) menilai, saat ini  skill yang diajarkan di perguruan tinggi  Indonesia masih agak jauh dari kualitas yang diperlukan oleh pemerintah maupun industri untuk membangun nasional. 

Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Profesor Indonesia  Sofian Effendi dalam Seminar dan Kongres ke-2 API di IPB International Convention Center, Selasa 26 November 2019.

Baca Juga: Pembangunan Gedung DPRD Bogor Dinilai Janggal, Belum Setahun Sudah Rusak

“Lima tahun ke depan, pembangunan nasional kita fokus pada lima program prioritas salah satunya pengembangan SDM. API memegang peranan disana, karena perguruan tinggi di Indonesia itu jumlahnya ada 4600," ujar Sofian Effendi.

Sofian juga menilai perguruan tinggi harus menjadi mesin utama penghasil SDM yang unggul. Skill yang dibutuhkan oleh industri dan pemerintah harus bisa terintegritas.

"Perguruan tinggi mesin utama untuk menghasilkan SDM yang diperlukan. Kita para professor sangat diharapkan dapat memberikan masukan ke pemerintah, skill seperti apa yang dibutuhkan industri dan pemerintah?,” tuturnya.

Baca Juga: Iuran Baru BPJS Bebani APBD Kota Bogor

Menurut Sofian, Indonesia memerlukan pendidikan lanjutan yang bisa meningkatkan SDM masyarakat. Apalagi saat ini lulusan sekolah menengah dan sekolah dasar mencapai 8 juta pertahun.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Komentar

Terkini

X