Selasa, 25 Februari 2020

Alun-Alun Bogor Segera Dibangun, Mengusung Konsep Ruang Terbuka Hijau

- 25 November 2019, 14:21 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Kiri) menunjukkan desain awal alun-alun Kota Bogor yang akan dibangun pada 2020 mendatang, Jumat (22/11/2019). Pembangunan alun-alun diharapkan dapat mengakomodasi 80 persen ruang terbuka hijau.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/"PR"

BOGOR,(PR).-  Detil Engineering Design  alun-alun Kota Bogor sudah disepakati. Pembangunan alun-alun Kota Bogor disepakati dilaksanakan pada awal  2020, dengan konsep 80 persen ruang terbuka hijau.  Demikian diungkapkan  Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim seusai memimpin rapat koordinasi pembangunan alun-alun di Graha Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Jumat (22/11/2019).

“Proyek DED yang dilaksanakan Pemprov Jabar sudah mengakomodir seluruh masukan dari para pemangku kepentingan Kota Bogor. Sudah dipresentasikan ke gubernur, kita juga sudah lakukan evaluasi terkait hasil desain yang diajukan konsultan,” ujar  Dedie A Rachim.

Menurut Dedie, pembangunan alun-alun  nantinya harus terintegrasi dengan Stasiun Bogor, dan Masjid Agung Kota Bogor.  Pembangunan alun-alun dipastikan tanpa basement karena  konsep alun-alun mengedepankan  ruang terbuka hijau. 

Baca Juga: Pemkot Bogor Perpanjang Masa Pendaftaran CPNS 2019

Terkait antisipasi kemacetan akibat titik kumpul baru, Dedie menyebut pembangunan alun-alun nanti harus sesuai dengan rencana pembangunan transit oriented development (TOD) yang dibangun PT KAI di kawasan Stasiun Bogor.

“Nanti harus dipikirkan masalah itu, intinya jangan sampai ada kemacetan baru di Kota Bogor karena alun-alun,  ya nanti parkirnya bisa koordinasi dengan PT KAI.  Kalau lahan terbuka hijau dari sisi aturan tidak boleh mengakomodasi basement,” kata  Dedie.

Pengajuan nama

Lebih lanjut, Dedie juga menyebut Pemerintah Kota Bogor harus segera menetapkan nama alun-alun yang akan dibangun pada lahan eks Taman Topi pekan depan.  Saat ini, ada empat nama alun-alun yang diusulkan  yakni alun-alun Kota Bogor, Kapten Muslihat, Pakuan, dan Dewi Sartika.

Baca Juga: Bima Arya Khawatir Kuliner Legendaris Bogor Punah

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

X