Israel Penjajah Alibi Serang Hamas di Kamp Pengungsi, Bikin 210 Warga Palestina Tewas

- 9 Juni 2024, 13:15 WIB
Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang terkena serangan Israel, akibat operasi militer Israel, di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah, 8 Juni 2024.
Warga Palestina memeriksa sebuah rumah yang terkena serangan Israel, akibat operasi militer Israel, di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah, 8 Juni 2024. /Foto: Emad Abu Shawiesh/REUTERS

PEMBRITA BOGOR - Serangan brutal Israel di Gaza memicu reaksi keras dari komunitas internasional setelah lebih dari 200 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Pasukan Israel melancarkan operasi militer intensif di wilayah padat penduduk di al-Nuseirat, di Gaza tengah, yang menurut jurnalis di lokasi merupakan salah satu serangan paling berdarah dalam delapan bulan terakhir konflik antara Israel dan Hamas.

Operasi itu diduga sebagai tanggapan atas penahanan empat sandera yang dilakukan oleh Hamas sejak Oktober 2023.

Namun, alih-alih mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk pertukaran tahanan, militer Israel Penjajah memilih untuk melancarkan serangan. Hal ini menyebabkan rumah sakit juga ikut diserang Israel.

Rumah Sakit Diserang Israel Penjajah

Korban yang tewas dan terluka didominasi oleh anak-anak dan perempuan, meninggalkan Rumah Sakit Martir Al-Aqsa dalam kondisi kekurangan obat-obatan dan makanan yang diperparah oleh matinya generator utama akibat kekurangan bahan bakar.

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengklaim bahwa jumlah korban Palestina di bawah 100 orang, tanpa kepastian berapa banyak di antaranya merupakan teroris.

Namun, Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan bahwa korban tewas mencapai 210 orang, sementara lebih dari 400 lainnya terluka.

Dr. Tanya Haj-Hassan dari Doctors Without Borders (MSF) menggambarkan adegan di Rumah Sakit Al-Aqsa sebagai "pertumpahan darah total," dengan pasien tergeletak di genangan darah dan anggota tubuh mereka patah.

Para pejabat Israel menambahkan bahwa dalam operasi tersebut, seorang komandan pasukan khusus Israel juga tewas.

Halaman:

Editor: Muhammad Rizky Suryana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah