Ini Fakta Sebenarnya Kabar Ancaman PBB Tak Berikan Bantuan COVID-19 Jika Negara Tak Legalkan Aborsi

- 27 Mei 2020, 16:09 WIB
Aborsi/DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT BOGOR - Publik belum lama ini dihebohkan dengan beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa PBB akan meniadakan pengiriman bantuan COVID-19 kepada sejumlah negara yang yang tidak melegalkan aborsi.

Selain itu, dalam kabar yang tersiar di masyarakat tersebut juga menyebutkan bahwa PBB menggunakan hak bantuan tersebut untuk menekan Ekuador agar segera untuk melegalkan praktik aborsi.

Akan tetapi, setelah diselidiki lebih jauh, informasi yang beredar adalah hoaks.

Baca Juga: Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia Terus Meningkat, 27 Mei 2020: Pasien Positif Capai 23.851 Orang

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rabu 27 Mei 2020, awal dari kabar itu beredar melalui sebuah artikel dengan judul "PBB Menolak untuk Mengirimkan Dana COVID-19 ke Negara Pro-Life, Kecuali Itu Melegalkan".

Demikian bunyi judul artikel tersebut yang dimuat pada 18 Mei 2020 di situs berita anti-aborsi, LifeNews.

Faktanya, PBB mengatakan tidak ada kondisi seperti itu dan aborsi sudah diizinkan dalam keadaan terbatas, bukan karena tekanan dari PBB.

Baca Juga: Bantah Mall di Jakarta Buka Mulai 5 Juni 2020, Anies: Masih Ada Kemungkinan PSBB Diperpanjang

Selain itu, para pejabat Ekuador mengatakan pelestarian akses ke layanan kesehatan seksual di wilayahya termasuk dalam paket bantuan, tetapi PBB tidak mencari perubahan pada undang-undang negara terkait aborsi.

Halaman:

Editor: Miftah Hadi Sopyan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

Zona Priangan

Ferrari Lepas Vettel

5 Juli 2020, 22:24 WIB
X